Dibayangi Catatan Buruk, Marquez Cemas Balapan di Motegi
Seri ke-15 MotoGP 2016 akan digelar pada akhir pekan depan (16/10/2016) di markas besar Honda, sirkuit Motegi, Jepang. Sebuah kebanggan besar bagi tim repsol honda bahwa kali ini mereka datang sebagai tim dengan perolehan poin paling banyak (403 poin) masing-masing dari Marc Marquez dan Dani Pedrosa.
Dengan selisih 52 poin dari rival terdekatnya, the baby alien harusnya bisa tampil prima dan tanpa tekanan di kandang timnya tersebut. Tetapi kenyataannya tidak demikian.
Bayang-bayang Rossi sebagai pesaing terdekatnya dan Lorenzo yang menguasai Motegi dalam tiga tahun terakhir tentu masih menghantui Marquez. Bukan hanya soal juara dunia yang semakin dekat dalam genggamannya. Tetapi Motegi, ini adalah lintasan yang tak pernah ditaklukan Marquez semenjak bergabung di kelas premier pada 2013 lalu.
Tiga musim beruntun marquez gagal meraih kemenangan, meski di tahun 2013 dan 2014 Ia sukses menjadi kampiun. Di tahun Ia menjadi juara dunia tersebut, catatan terbaiknya di atas trek Motegi hanyalah menjadi runner up. Bahkan musim lalu Marquez gagal naik podium dan harus puas finish di posisi empat.
Di sisa empat seri terakhir ada 100 poin yang tersedia untuk diperebutkan para calon juara. Jika menang di Motegi, Marquez akan mengemas total poin 77 poin. Dengan catatan Rossi harus finish di posisi 14 atau lebih rendah. Itu memang tidak mudah, tapi Marquez sangat menginginkannya.
''Tidak, di Jepang aku tidak akan memastikan gelar juaraku. Tapi aku ingin sekali, karena ini adalah balapan kandang bagi Honda,'' ucapnya dilansir Autosport. Karena itu yang terpenting bagi Marquez adalah tidak melakukan kesalahan sepanjang akhir pekan di Jepang.
Marquez juga mengatakan musim ini situasinya bisa sangat rawan meski sudah menjaga jarak cukup aman dari para rivalnya. Setiap akhir pekan, dengan ban Michelin situasinya tidak bisa diprediksi oleh siapapun.
''Kami haris menunggu dan sabar. Tidak boleh melakukan kesalahan,'' tandasnya. Marquez pun sadar bahwa Motegi adalah sirkuit dimana Yamaha lebih diuntungkan. Namun dengan menjaga mental juara yang diraihnya di Aragon, setidaknya finis podium bisa menjadi target realistisnya di Motegi.
Kekhawatiran Marquez juga disebabkan karena The Doctor selalu mengurangi defisit poinnya dari Marquez meski tidak signifikan. Namun kemenangan di Aragon sukses menghentikan Rossi dan mempelebar selisih poinnya.
''Sejak GP Jerman-atau sejak Austin di balapan kering kami tidak pernah menang lagi. Valentino terus mengejarku sedikit demi sedikit dan itu penting untuk dihentikan. Jika tidak mentalitasnya akan terus naik, naik, dan naik. Sementara kami mulai ragu (dengan peluang menjadi juara),'' tutup juara motgp 2013 & 2014 itu.
Kunjungi kami
Facebook Groups
Author by: @UP
Dengan selisih 52 poin dari rival terdekatnya, the baby alien harusnya bisa tampil prima dan tanpa tekanan di kandang timnya tersebut. Tetapi kenyataannya tidak demikian.
Bayang-bayang Rossi sebagai pesaing terdekatnya dan Lorenzo yang menguasai Motegi dalam tiga tahun terakhir tentu masih menghantui Marquez. Bukan hanya soal juara dunia yang semakin dekat dalam genggamannya. Tetapi Motegi, ini adalah lintasan yang tak pernah ditaklukan Marquez semenjak bergabung di kelas premier pada 2013 lalu.
Tiga musim beruntun marquez gagal meraih kemenangan, meski di tahun 2013 dan 2014 Ia sukses menjadi kampiun. Di tahun Ia menjadi juara dunia tersebut, catatan terbaiknya di atas trek Motegi hanyalah menjadi runner up. Bahkan musim lalu Marquez gagal naik podium dan harus puas finish di posisi empat.
Di sisa empat seri terakhir ada 100 poin yang tersedia untuk diperebutkan para calon juara. Jika menang di Motegi, Marquez akan mengemas total poin 77 poin. Dengan catatan Rossi harus finish di posisi 14 atau lebih rendah. Itu memang tidak mudah, tapi Marquez sangat menginginkannya.
''Tidak, di Jepang aku tidak akan memastikan gelar juaraku. Tapi aku ingin sekali, karena ini adalah balapan kandang bagi Honda,'' ucapnya dilansir Autosport. Karena itu yang terpenting bagi Marquez adalah tidak melakukan kesalahan sepanjang akhir pekan di Jepang.
Marquez juga mengatakan musim ini situasinya bisa sangat rawan meski sudah menjaga jarak cukup aman dari para rivalnya. Setiap akhir pekan, dengan ban Michelin situasinya tidak bisa diprediksi oleh siapapun.
''Kami haris menunggu dan sabar. Tidak boleh melakukan kesalahan,'' tandasnya. Marquez pun sadar bahwa Motegi adalah sirkuit dimana Yamaha lebih diuntungkan. Namun dengan menjaga mental juara yang diraihnya di Aragon, setidaknya finis podium bisa menjadi target realistisnya di Motegi.
Kekhawatiran Marquez juga disebabkan karena The Doctor selalu mengurangi defisit poinnya dari Marquez meski tidak signifikan. Namun kemenangan di Aragon sukses menghentikan Rossi dan mempelebar selisih poinnya.
''Sejak GP Jerman-atau sejak Austin di balapan kering kami tidak pernah menang lagi. Valentino terus mengejarku sedikit demi sedikit dan itu penting untuk dihentikan. Jika tidak mentalitasnya akan terus naik, naik, dan naik. Sementara kami mulai ragu (dengan peluang menjadi juara),'' tutup juara motgp 2013 & 2014 itu.
Kunjungi kami
Facebook Groups
Author by: @UP

Post a Comment