Generasi keDua YZR-M1
Keberhasilan Yamaha menggaet Valentino Rossi dari Honda menjadi tonggak bersejarah YZR-M1. Datang ke Yamaha musim 2004, Rossi turut serta membawa gerbong dari Honda, termasuk kepala mekanik, Jeremy Burgess. Evolusi besar YZR-M1 terjadi di generasi ini. Mudah ditebak, Rossi langsung tahu cara menjinakkan YZR-M1.
Sentuhan duet Rossi dan Burgess membuat YZR-M1 lebih nyaman dikendarai dan mampu melesat cepat. Aroma kental Honda mulai dirasakan sejumlah pengamat. Rossi dicap menjiplak RC211V milik Honda di Yamaha. Terlepas dari opini publik, toh kenyataanya Rossi mampu membuat Yamaha menjadi Kuda Besi tangguh di kelas utama.
Rossi dan Burgess memiliki mampu mereduksi kelemahan YZR-M1 seperti sistem pengeram, keseimbangan yang baik ketika melakukan perpindahan gigi. Pimpinan proyek YZR-M1, Koichi Tsuji ketika itu bahkan menerima ide dari Rossi dan Burgess agar mesin dimodifikasi untuk memperbaiki torsi mesin. Dapur pacu mengalami perombakan total. Yamaha mengubah jumlah katup per silinder dari lima katup menjadi empat katup.
Selain itu, penempatan mesin juga diubah untuk memberikan kemudahan dalam mengendalikan motor saat melibat di tikungan. Generasi kedua YZR-M1 menunjukkan perubahan ke arah yang benar. Meskipun, ketika itu banyak pengamat mengatakan Yamaha melakukan pengembangan panik. Tapi prediksi itu justru salah besar, sebab Rossi mampu menjadi juara dunia di musim pertama bersama Yamaha. Di musim 2005, Yamaha pun tampil sebagai juara dunia lagi. Bisa dibilang, ini menjadi masa keemasan Yamaha.
Keberhasilan Yamaha menggaet Valentino Rossi dari Honda menjadi tonggak bersejarah YZR-M1. Datang ke Yamaha musim 2004, Rossi turut serta membawa gerbong dari Honda, termasuk kepala mekanik, Jeremy Burgess. Evolusi besar YZR-M1 terjadi di generasi ini. Mudah ditebak, Rossi langsung tahu cara menjinakkan YZR-M1.
Sentuhan duet Rossi dan Burgess membuat YZR-M1 lebih nyaman dikendarai dan mampu melesat cepat. Aroma kental Honda mulai dirasakan sejumlah pengamat. Rossi dicap menjiplak RC211V milik Honda di Yamaha. Terlepas dari opini publik, toh kenyataanya Rossi mampu membuat Yamaha menjadi Kuda Besi tangguh di kelas utama.
Rossi dan Burgess memiliki mampu mereduksi kelemahan YZR-M1 seperti sistem pengeram, keseimbangan yang baik ketika melakukan perpindahan gigi. Pimpinan proyek YZR-M1, Koichi Tsuji ketika itu bahkan menerima ide dari Rossi dan Burgess agar mesin dimodifikasi untuk memperbaiki torsi mesin. Dapur pacu mengalami perombakan total. Yamaha mengubah jumlah katup per silinder dari lima katup menjadi empat katup.
Selain itu, penempatan mesin juga diubah untuk memberikan kemudahan dalam mengendalikan motor saat melibat di tikungan. Generasi kedua YZR-M1 menunjukkan perubahan ke arah yang benar. Meskipun, ketika itu banyak pengamat mengatakan Yamaha melakukan pengembangan panik. Tapi prediksi itu justru salah besar, sebab Rossi mampu menjadi juara dunia di musim pertama bersama Yamaha. Di musim 2005, Yamaha pun tampil sebagai juara dunia lagi. Bisa dibilang, ini menjadi masa keemasan Yamaha.

Post a Comment